Malaria merupakan infeksi parasitik utama di dunia, terutama di negara tropis dan subtropis (Gunawan, 2009) yang ditransmisikan dari satu orang kepada orang lain melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dengan parasit Plasmodium. Ada empat spesies Plasmodium yang dapat menyebabkan malaria pada manusia, yaitu P.falciparum, P. vivax, P.malariae, dan P. ovale. Dari keempat spesies tersebut, P. falciparum bertanggungjawab atas lebih dari 90% kasus dan hampir semua kematian akibat malaria di seluruh dunia (WHO 2008) .
Setiap tahun malaria telah menyebabkan infeksi sebesar 350–500 juta di seluruh dunia dan hampir 1 juta menyebabkan kematian (Arguin dan Steel, 2010). Data WHO menyebutkan tahun 2010 terdapat 544.470 kasus malaria positif di Indonesia, sedangkan pada tahun 2009 terdapat 1.100.000 kasus malaria klinis, dan pada tahun 2010 meningkat lagi menjadi 1.800.000 kasus malaria klinis dan telah mendapatkan pengobatan. Indonesia telah berhasil menekan jumlah kasus malaria dari 4,96 per 1.000 penduduk pada tahun 1990 menjadi 1,96 per 1.000 penduduk pada tahun 2010. Walaupun secara nasional telah berhasil menurunkan lebih 50 persen kasus malaria, tetapi pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota masih terjadi disparitas (perbedaan) yang cukup besar
( http://skpd.batamkota.go.id).
Resistensi Plasmodium terhadap obat anti malaria (OAM) merupakan Read the rest of this entry »
Tags: malaria, mekanisme, resistensi
Kaskade peresepan merupakan peresepan obat baru untuk mengatasi efek samping dari obat sebelumnya. Misalnya seseorang yang menderita rematik mendapat terapi AINS kemudian mengeluh nyeri ulu hati. Ketika berobat dengan keluhan nyeri ulu hati dokter meresepkan obat antasid. Selanjutnya pasien mengeluhkan konstipasi dan diberi laksansia, dan seterusnya terjadi peresepan obat baru akibat efek samping obat yang sebelumnya.
Yang terbaik menghindari hal ini dari sudut pandang medis adalah dengan menganamnese yang jelas tentang segala riwayat penggunaan obat pasien, sedang dari sisi pasien perlu diedukasi tentang pentingnya mengetahui reaksi yang tidak diinginkan yang dapat terjadi akibat obat.J ika terjadi reaksi yang tidak diinginkan akibat obat ini maka yang terbaik adalah dengan stop obatdan terapi simptomatik/suportif sesuai kebutuhan.
Tags: kaskade peresepan, stop obat
Dalam dunia pelayanan kesehatan, kita mengenal adanya standard operating procedure yang terdiri dari 6 langkah, mulai dari anamnesis, pemeriksaan, diagnosis untuk menentukan problema utama penderita yang merupakan sasaran pengobatan, pemilihan obat, pengobatan dan akhirnya evaluasi pengobatan. Tahap-tahap tersebut secara umum dapat kita kelompokkan sebagai pedoman diagnosis (3 langkah pertama) dan pedoman pengobatan (3 langkah terakhir).
Setelah ditentukan diagnosis maka akan ditentukan pengobatan apa yang paling sesuai untuk pasien. Beberapa pertimbangan yang dipikirkan dalam menentukan obat pilihan, diantaranya:
- bagaimana khasiat obat, apakah sesuai dengan indikasi pasien
- keamanannya, apakah ada efek samping yang perlu diwaspadai
- kesesuaian, apakah ada kontraindikasi
- harga (cost), bagaimana harganya? Apakah terjangkau oleh pasien? Dan berapa cost (biaya) yang harus dikeluarkan pasien untuk pengobatan yang diberikan?
- ketersediaan, apakah memang ada tersedia di apotik di daerah yang diresepkan?
Hasil pertimbangan pemilhan obat tersebut akhirnya akan dituangkan dalam bentuk resep.
Dalam menulis resep juga perlu Read the rest of this entry »
Berdasarkan medical-dictionary, gejala ekstrapiramidal disebut sebagai ‘any of a group of clinical disorders considered to be due to malfunction in the extrapyramidal system and marked by abnormal involuntary movements’.
Gambaran klinisnya berupa adanya kontraksi otot yang tidak disadari yang mempengaruhi gaya berjalan, pergerakan dan sikap tubuh. Sedangkan istilah medisnya ada yang disebut akatisia, distonia, pseudoparkinsonism dan diskinesia.
Keadaan ini dapat terjadi akibat efek samping obat-obat antipsikotik (haloperidol) dan sediaan lain yang bekerja mengantagonis reseptor dopamine-2 (D2), misalnya obat antimual (metoclopramide).
Lalu, bagaimana mekanisme terjadinya gejala ekstrapiramidal tersebut? Read the rest of this entry »
Tags: dopamin 2, efek samping, gejala ekstra piramidal, Pharmacology
Comments