
Guru Besar Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), Prof. dr. Tri Widyawati, M.Si., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Magister Kedokteran Klinis (MKK) FK USU, membagikan refleksi perjalanan akademiknya mengikuti tiga World Congresses of Pharmacology, yaitu Kyoto 2018, Glasgow 2023, dan Melbourne 2026.
Refleksi tersebut dituangkan dalam artikel berjudul “One Question, Five Lessons from Three World Congresses of Pharmacology” yang dipublikasikan melalui Pharmaco Corner, blog resmi American Society for Pharmacology and Experimental Therapeutics (ASPET), melalui platform Medium. ASPET merupakan organisasi ilmiah internasional di bidang farmakologi dan eksperimental terapeutik yang berbasis di Amerika Serikat.
Dalam tulisan tersebut, Prof. Tri merangkum perjalanan dari tiga kongres dunia menjadi lima pelajaran penting, yaitu curiosity, confidence, communication, leadership, dan mentorship.

Kelima nilai tersebut menggambarkan bahwa perjalanan seorang akademisi tidak hanya dibangun melalui penguasaan ilmu pengetahuan. Keberanian untuk bertanya, menyampaikan gagasan, berkomunikasi dengan komunitas ilmiah, membangun jejaring, mengambil peran kepemimpinan, serta mendampingi generasi berikutnya juga menjadi bagian penting dalam perkembangan akademik.
Salah satu pesan utama dari refleksi tersebut adalah bahwa menjadi bagian dari komunitas ilmiah global bukan tentang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang sempurna, tetapi tentang keberanian untuk bertanya, berbagi gagasan, berdiskusi, serta membuka peluang kolaborasi.
Pengalaman pada WCP 2026 di Melbourne semakin memperkuat pesan tersebut. Selain mempresentasikan hasil penelitian, Prof. Tri mengikuti berbagai kegiatan ilmiah dan jejaring internasional, termasuk keterlibatan dalam IUPHAR General Assembly. Pengalaman ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring sekaligus meningkatkan keterlibatan komunitas farmakologi Indonesia dalam forum internasional.
Aspek mentorship juga mendapat perhatian khusus. Kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dan mempresentasikan penelitian dalam forum internasional menjadi pengalaman penting dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan komunikasi ilmiah, serta wawasan global generasi muda. Bagi Prof. Tri, perjalanan akademik tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi perlu diteruskan dengan membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Publikasi ini mencerminkan komitmen FK USU dalam mendukung pengembangan kapasitas akademik, internasionalisasi, serta keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam jejaring ilmiah global. Kegiatan tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 – Quality Education melalui penguatan kapasitas dan pengembangan generasi muda, serta SDG 17 – Partnerships for the Goals melalui penguatan jejaring dan kolaborasi ilmiah internasional.
Artikel selengkapnya, “One Question, Five Lessons from Three World Congresses of Pharmacology,” dapat dibaca melalui ASPET Pharmaco Corner:
https://medium.com/@pharmacocorner/one-question-five-lessons-from-three-world-congresses-of-pharmacology-3a7684445516
